Kamis, 19 Juli 2012

Tokoh-Tokoh Sosiologi

Berikut ini beberapa para tokoh sosiologi dan pendapatnya.


 

1.Auguste Marie Francois Xavier Comte (Auguste Comte)


Auguste Comte merupakan salah satu tokoh pemikir andal

di bidang sosiologi. Bukunya Course de Philosophie Positive,

menjadikan Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi atau

peletak dasar sosiologi. Pemikiran Auguste Comte yang

dijadikan dasar pemikiran sosiologi antara lain berikut ini.

a. Membedakan sosiologi ke dalam statistika sosial dan

dinamika sosial.

b. Pengembangan tiga tahap pemikiran manusia (tahap teologis,

metafisis, dan positif) yang menjadi ciri perkembangan

pengetahuan manusia dan masyarakat.

c. Gejala sosial dapat dipelajari secara ilmiah melalui metodemetode

pengamatan, percobaan, perbandingan dan sejarah.

d. Fakta kolektif historis dan masyarakat terikat pada hukumhukum

tertentu dan tidak pada kehendak manusia.


 

2. Emile Durkheim


Durkheim merupakan salah satu tokoh sosiologi yang

dipengaruhi oleh tradisi pemikiran Prancis–Jerman. Durkheim

termasuk salah satu peletak dasar-dasar sosiologi modern.

Menurut Durkheim yang harus dipelajari sosiologi adalah faktafakta

sosial mengenai cara bertindak, berpikir, dan merasakan

apa yang ada di luar individu dan memiliki daya paksa atas

dirinya.

Contoh fakta sosial menurut Durkheim antara lain hukum,

moral, kepercayaan, adat istiadat, tata cara berpakaian dan

kaidah ekonomi. Fakta-fakta sosial tersebut dapat mengendalikan

dan memaksa individu karena individu yang melanggarnya

akan diberi sanksi oleh masyarakat.


 

3. Karl Marx


Karl Marx lebih dikenal sebagai tokoh sejarah ekonomi

daripada seorang sosiolog.

Sebagai seorang penulis sosiologi sumbangan Marx

terletak pada teori kelas. Marx berpendapat bahwa sejarah

masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas.

Menurut Marx, perkembangan pembagian kelas dalam

ekonomi kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda,

yaitu:

a. kaum borjuis (kaum kapitalis) yaitu kelas yang terdiri dari

orang-orang yang menguasai alat-alat produksi dan modal;

b. kaum proletar adalah kelas yang terdiri atas orang-orang

yang tidak mempunyai alat produksi dan modal, sehingga

dieksploitasi oleh kaum kapitalis.

Menurut Marx, pada suatu saat kaum proletar menyadari

akan kepentingan bersama, sehingga mereka bersatu dan

memberontak terhadap kaum kapitalis. Mereka menang dan

dapat mendirikan masyarakat tanpa kelas.


 

4. Max Weber


Max Weber mengatakan bahwa yang dipelajari oleh

sosiologi adalah tindakan sosial. Tindakan manusia disebut

tindakan sosial apabila mempunyai arti subjektif. Tindakan itu

dihubungkan dengan tingkah laku orang lain dan diorientasikan

kepada kesudahannya, yang termasuk dalam tindakan sosial

bukanlah tindakan terhadap objek-objek bukan manusia, seperti

tukang kayu atau tindakan batiniah seperti bersemedi.

Dalam analisis yang dilakukan Weber terhadap masyarakat,

konflik menduduki tempat sentral. Konflik merupakan

unsur dasar kehidupan manusia dan tidak dapat dilenyapkan

dari kehidupan manusia.

Manusia dapat mengubah sarana-sarana, objek, asasasas

atau pendukung-pendukungnya, tetapi tidak dapat

membuang konflik itu sendiri.

Konflik terletak pada dasar integrasi sosial maupun

perubahan sosial. Hal ini terlihat nyata dalam politik

(perjuangan demi mencapai kekuasaan) dan dalam persaingan

ekonomi.


 

5. Charles Horton Cooley

Charles Horton Cooley mengembangkan konsepsi

mengenai hubungan timbal balik dan hubungan yang tidak

terpisahkan antara individu dengan masyarakat. Pada waktu

manusia berada di bawah dominasi kelompok utama yaitu

keluarga, kelompok sepermainan dan rukun tetangga, manusia

akan saling kenal antara warga-warganya serta kerja sama

pribadi yang erat. Kerja sama yang bersifat pribadi tadi adalah

peleburan individu-individu dalam satu kelompok sehingga

tujuan individu juga menjadi tujuan kelompoknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar